Kerling Matanya

Kerling matanya membuatku gugup. Tubuh semampai berbalut kemeja berlengan pendek dan celana leging, menambah lekukannya semakin jelas. Kulitnya kuning langsat, tertimpa cahaya matahari terlihat berkilau. Rambut lurus tergerai sebahu. Bibir mungil berwarna pink baby senada dengan warna kelopak matanya. Bentuk lengkungan pelangi menghiasi alisnya. Perpaduan indah yang menghiasi wajah ovalnya. Celemek tidak mengurangi nilai penampilanya. “Hm...siapa dia? Perasaan baru lihat!” Aku jadi penasaran. Kuperhatikan dia sibuk melayani para tamu food court.

Kuedarkan  pandangan ke seluruh ruang  food court, penuh sesak!. Tumben, biasanya tak sepenuh hari ini. Tiba-tiba dia menghampiriku. Aku jadi salah tingkah dibuatnya.  Mukaku memerah, karena hampir semua mata penghuni food court laki-laki tertuju padanya, otomatis mereka menatapku juga. Aku pun menunduk, pura-pura sibuk dengan gawaiku.
“Ini pesanannya Mas?” tanyanya, dengan nampan di kedua tangannya. Matanya lurus ke arahku, dengan senyum manis dikulum. Rupanya dia menangkap kegugupanku.
“Iya....” Suaraku berubah parau, tenggorokanku terasa kering. Dia pun meletakkan pesananku dengan hati-hati. Wajahnya hanya beberapa jengkal dari mukaku.  Tak sengaja aku menelusuri setiap inci wajahnya. “Cantiknya!!!” batinku. Ketika dia mengangkat wajahnya, tak terhindarkan tatapan kami beradu. Ada degup kencang di dadaku. Aku terpana!. Dia tersenyum amat manis, mengangguk kemudian berlalu. Sementara aku tak bisa lepas dari lenggokan tubuhnya.

Diam- diam mataku selalu mencari sosoknya. Ada perasaan senang bila dia keluar dari gerai bebek penyetnya. Mataku tak lepas darinya. Tiba-tiba gawaiku berdering.
“Yah, Bunda lagi di rumah sakit. Dede kena DB, harus dirawat. Ayah bisa kesini?” Isteriku menelepon panik. Aku pun mengiyakan dan cepat berlalu. Bergegas menuju parkir mobil. Kuusap cincin kawinku, kemudian kukecup. "Maafkan aku Bunda, hampir saja aku tergoda olehnya."

#ODOPBatch5
#OneDayOnePost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semerbak Jasmine (Part 10)

Semerbak Jasmine (Part 2)