Tim yang Hebat
Selesai mandi, badanku bersih tidak bau amis lagi. Saatnya mengeringkan badan dengan sinar matahari pagi yang hangat. Kesenanganku terusik ketika tiba-tiba ada yang menindihku. Badannya basah kuyup. Badanku jadi ikut basah lagi. “Uff ... !!” Aku jadi dongkol dibuatnya. Tiba-tiba tempat ini kurasakan jadi sempit. Aku pun jadi terhimpit. “ Heh ... Garpu!!! Lihat aku jadi basah lagi, padahal tadi sudah mau kering!” Aku bentak Si Garpu. Si Garpu pun terkaget-kaget. Badannya terselip diantara aku dan Gelas. “Bukan salahku, dia yang melemparku kesini!” Garpu tak kalah sengit. “Sabarlah, nanti juga kita pindah tempat!” ujar Gelas. Dua jam berlalu, aku sudah nangkring manis di wadah yang cantik bertutupkan kaca. Badanku digantung dengan tataan yang apik bersama sendok-sendok dan garpu-garpu lainnya. Tempatku di meja makan, bersebelahan dengan vas bunga yang menawan. Aroma sedap selalu menggugahku, ingin cepat bermain di atas piri...