Aku dan Hal Istimewaku
Waktu kecil, sebenarnya aku anak periang. Mudah mendapat teman, walau sering berpindah tempat tinggal mengikuti orang tua berpindah tugas. Tapi semenjak remaja, teman-teman mengenalku sebagai anak pendiam. Hanya beberapa orang saja yang menjadi teman dekat. Entah mengapa aku termasuk anak yang tidak percaya diri. Merasa tidak punya keistimewaan apa-apa. Aku lebih nyaman menarik diri. Aku lebih betah tinggal di rumah saja. Membaca novel atau majalah, bagiku cukup menghibur dalam mengisi hari- hariku. Karena sering berpindah tempat tinggal, otomatis sering berhadapan dengan situasi, tetangga, sekolah, dan teman-teman yang baru. Bertemu dengan berbagai karakteristik orang. Hingga akhirnya aku bertemu dengan teman-teman yang mengajakku lebih mendalami secara kaffah agamaku, Islam. Sejak itu aku lebih mengenal diriku sendiri, kelebihan dan kekuranganku. Aku lebih percaya diri. Menyadari bahwa Alloh SWT menciptakanku dengan tidak sia-sia. Aku jadi lebih suka tampil apa adanya, dengan segala kekuranganku. Tidak merasa harus menyembunyikannya. Dan lebih menggali kelebihanku. Lebih terbuka berteman dengan siapapun. Itulah aku, menjadi orang yang berbeda dengan mengenali siapa diriku, pandangan dan tujuan hidupku.
Fase menikah bagiku menjadi fase yang penting bagi hidupku. Dipertemukan dengan teman hidup. Dalam Fase inilah kedewasaanku diuji. Dalam fase ini pula aku mendapatkan hal yang teristimewa dalam hidupku, yaitu lahirnya anak-anakku. Merasakan adanya janin, tumbuh kembang dalam rahimku adalah pengalaman yang teramat istimewa. Anugerah yang paling berharga. Melahirkan mereka, menjadikanku menjadi seorang ibu. Label yang didamba setiap wanita dewasa. Melihat tumbuh kembang mereka setiap detiknya adalah kebahagiaanku. Dan ketika salah satu dari mereka diambil kembali oleh Pemiliknya, sebagian hidupku serasa direnggut. Ujian kesabaran yang harus aku terima. Menjadikanku lebih dewasa memandang hidup. Mengajarkanku untuk ikhlas menerima ketentuan-Nya.
Menginjak usia kepala empat, aku menemukan sisi hidupku yang lain. Aku merasa senang jika sedang menulis. Kebiasaan curat coret waktu remaja, muncul kembali di usia tidak lagi muda. Dan akhirnya aku sadar, ternyata menulis adalah passionku. Ada kebahagiaan tersendiri jika sedang menulis. Selain itu, membuat kerajinan tangan di sela kesibukanku sebagai ibu rumah tangga, menjadi sumber kebahagiaanku yang lain. Dua passion yang sedang aku jalani sekarang ini. Merupakan hal yang istimewa bagiku.
Hidup di dunia ini hanya sesaat, isi dengan berkarya. Sekecil apapun karya kita, tetap bermanfaat untuk diri sendiri atau orang lain.
#Tantangan1
#OneDayOnePost
#ODOPBatch5
Komentar
Posting Komentar