Kelebat Putih

Selepas subuh, buru-buru merendam cucian di halaman belakang rumah. Suasana masih remang-remang. Angin dingin berhembus dari hamparan sawah.  Sekelebat ada bayangan putih di  tengah sawah. “Hah...apa itu?”  hatiku dag dig dug. Tak berani menoleh, langsung masuk rumah. Sibuk menyiapkan sarapan dan bekal anak, lupa dengan bayangan putih tadi. Saat menjemur handuk. Kelebat putih terlihat  lagi dari sudut mata. “Ah..kok masih ada?”, jantungku berdetak kencang. “ Matahari sudah muncul, gak mungkin masih ada !?. ” pikirku aneh. Rasa penasaran menuntunku mendekat. Kupicingkan mata, maklum rabun jauh menahun. Tidak berbentuk bayangan lagi, itu terlihat nyata. Berayun-ayun di sebilah bambu. “Oh...itu...!!!,” aku terpekik. Cepat- cepat aku keluar rumah.

Jalan satu-satunya adalah memutari rumah-rumah, padahal tempat yang aku tuju tepat di belakang rumah. Gak mungkin aku lompat ke sana dengan ketinggian hampir tiga meter. Ya rumahku berada di tebing, dengan sawah terhampar di bawahnya.  Mau tak mau aku meniti pematang sawah. Rumput-rumput basah menggelitik kakiku. Berjingkat memilih pijakan, kalau-kalau ada binatang berbulu di antara rumput. Beberapa kali hampir terjatuh. Mataku waspada, kalau-kalau ada binatang melata melenggok di parit atau di sawah. Aku tak mau berpikir jika binatang itu tepat di depanku. Tergesa aku berjalan tertatih. Akhirnya sampai juga, nafasku terengah. Kuhirup udara dalam-dalam dan cepat dikeluarkan lagi. Lega rasanya.  “ Hm...bikin susah aja!!!,” gerutuku. Aku ambil dengan hati-hati. Aku pun cepat-cepat kembali menuju rumah. Seperti tadi berjingkat tertatih. Anak-anak sudah siap berangkat.

“ Dasar...pagi-pagi sudah buat orang ketakutan !!!.” Omelku, sambil menatap baju taekwondo anakku. Rupanya kemarin terbang terbawa angin dan hinggap di sebilah bambu. Haduh...!!!."

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5
#Day5
#

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerling Matanya

Semerbak Jasmine (Part 10)

Semerbak Jasmine (Part 2)