Cemburu
Cemburu
Dua minggu aku berada di rumah sakit ini. Rindu menyeruak begitu dalam. Terakhir bertemu dia berlinang air mata, tak tega aku melihatnya. Aku sudah bosan dengan keadaan rumah sakit, cepat ingin pulang. Tapi dokter belum mengijinkan karena kondisi bayi mungilku masih perlu perawatan. Bilirubinnya masih belum normal, luka saecarku juga masih basah.
Tak tahan aku ingin bertemu dengannya. Kuminta orang tuaku membawanya serta ke rumah sakit. Hari yang ditunggu tiba. Aku menunggu mereka di lobi rumah sakit. Kulihat dari kejauhan mereka datang ke arahku. Aku pun menghambur ke arahnya. Tapi...kecewa yang kudapat, dia yang kurindukan tidak mau aku temui. Dia menghindar ketika kupeluk, bola matanya tak ingin menatap.
“ Tunggu aja dulu, dia masih merasa asing, udah lama gak ketemu,” ujar ibuku. Aku pun kecewa.
“Khayran... ini mama.” Aku menepuk dada, menjelaskan kalau aku adalah mamanya. Dia malah melengos, dan menyusup di dada kakeknya. Rasa sedih menyelusup di hatiku. Perasaan bersalah juga muncul tiba-tiba.
Usianya baru 18 bulan, ketika aku pergi ke rumah sakit untuk melahirkan adiknya. Sementara dia diasuh kakek neneknya. Dua minggu membuatnya lupa padaku, entah marah yang membuatnya begitu. Ketika aku sudah berada di rumah pun, sikapnya masih seperti itu. Hanya dia sering menatap wajahku dalam-dalam. Seperti berusaha mengingatku. Bayi mungil yang sedang dalam gendonganku, hanya ditatapnya dari kejauhan. Suatu saat di bolak balik di depanku. Matanya memicing ke arahku. Aku bingung dengan sikapnya. Aku sapa dia lemah lembut, kupanggil supaya mendekat. Saat itu aku sedang menggendong adiknya. Dia malah lari. Tapi sedetik kemudian dia melakukannya lagi, mondar-mandir di depanku. Akhirnya aku sadar, dia sedang mencari perhatianku. Aku serahkan adiknya pada bapaknya. Pelan-pelan kupeluk dan kugedong, dia tak bisa menghindar. Akhirnya dia pun memelukku erat, seakan tak mau lepas. Aku terharu dengan sikapnya.
Ternyata anak-anak atau bayi sekalipun, sudah memiliki rasa cemburu. Merasa diabaikan ketika aku meninggalkannya dan lebih memperhatikan adiknya. Sejak itu, ketika dia ingin digendong atau dipeluk, aku menurutinya walau sedang menyusui adiknya. Dia di tangan kananku dan adiknya di tangan kiriku. Walau punggung terasa pegal dan kaku. Tapi aku merasa senang. Mereka hangat di pelukanku.
#ODOPBatch5
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar