Cerita Sopir Angkot
Terik matahari menyoroti wajahku. Aku mematung di pinggir jalan, menunggu angkutan kota yang akan membawaku pulang. Tak lama kemudian angkutan kota yang biasa kupanggil angkot itu pun berhenti tepat di depanku. Segera aku naik, nampak tiga orang penumpang yang ada di dalam angkot. Aku pun leluasa duduk di tempat yang teduh belakang sopir.
Jalan raya masih padat, seperti ketika aku berangkat tadi pagi.
“Gak narik lagi Bos ?,” sopir membuka pembicaraan dengan seorang bapak tua yang duduk di sebelahnya. Rupanya dia juga seorang sopir angkot. Panggilan ‘Bos’ menunjukkan dia sudah senior. Sedangkan kata ‘ narik‘, diartikan mereka dengan membawa mobil angkot.
“Gak ah, badan meni loyo, cepet cape. Apalagi sekarang teu kaharti !!!,” jawabnya.
“Iya Bos, masa jam segini belum dapet uang makan,” timpal sopir sambil geleng-geleng kepala. Mereka harus setor pada bos pemilik mobil angkot, baru kemudian mencari untuk dibawa pulang, istilah mereka ‘uang makan’. Itu pun setelah dipotong bensin dan retribusi angkutan. Belum para preman dan calo yang selalu siap siaga.
“ Ya, keureuyeuh aja Jang...!” ujarnya. Bapa tua itu menasihati sebaiknya dijalani saja walau kenyataan tidak seindah harapan. Mungkin menjadi sopir adalah satu-satunya keahlian yang mereka miliki. Biasanya keahlian yang turun menurun.
“Euh...!!!.” Tiba-tiba sopir itu menggembrak pintu. Membuatku kaget bukan kepalang.
“Motor teh nyerobot wae, kalau celaka aing yang disalahkan !!!,” umpatnya kasar. Kondisi capek, lapar, penat , macet yang sulit terurai membuat mereka cepat naik pitam. Kadang mereka harus berebut penumpang yang semakin jarang. Orang-orang lebih banyak memilih berkendara motor. Apalagi sekarang jasa angkutan berbasis online sedang marak.
Akhirnya aku sampai tujuan. Dan harus menaiki angkot lain untuk melanjutkan perjalanan sampai rumah. Dan kudengar kembali obrolan sopir seputar susahnya ‘narik’ angkot jaman sekarang. Tentang sulitnya bertahan hidup. Aku pun ikut mengangguk tanda setuju walau tidak ikut nimbrung bersama mereka.
#Day12
#ODOPBatch5
#OneDayOnePost
Iya, kasihan para sopir angkot itu.😢
BalasHapusIya mba, saya pengguna angkot sering dengar obrolan sopir hehe
BalasHapus