Malam Terkelam
Mobil melaju menembus gelapnya malam. Seakan dikejar waktu kecepatannya melebihi normal. Mungkin juga sopir terbawa suasana hatiku yang duduk di sampingnya. Aku tak mampu berkata-kata, diam beribu basa. Aku hanya ingin diam, dengan hati meratap pilu. Aku lelaki, tapi kali ini aku tak bisa tegar, aku bebaskan air mata bertumpah ruah. Aku manusia biasa.
Kudekap ia dalam pelukanku. Aku hanya ingin mendekapnya, sekali ini saja. Hanya kali ini !. Setelah itu aku rela melepasnya. Aku harus ikhlas, walau jantungku terasa terenggut, nafasku berat. Kurasa ruang mobil ini hanya sebesar bejana. Sesak menyekat tenggorokanku.
Kau adalah impianku, yang menggenapkan buah hatiku. Permata cantik yang kutunggu. Kini dalam dekapanku untuk sementara waktu. Ya..., malam ini waktu yang berharga buatku. Satu-satunya malam bersamamu. Malam berikutnya tak mungkin aku mendekapmu.
Kali ini aku tak ingin memandang wajahmu. Cukuplah sudah pertama kali kau hadir. Aku tak ingin wajah birumu membayangi setiap malam-malamku. Cukup kurasakan tubuh dinginmu di dadaku. Pelukan eratku tak akan menyesakanmu, tak kan kau rasakan sakit. Tak kan kau rasakan suka dukanya bersama kami . Hiruk pikuknya dunia. Kejamnya kehidupan. Cukup bahagia bersama Pemilikmu.
Mobil melambat, dan berhenti di pinggir jalan. Kuturunkan kaki, menapaki gang sempit dengan lunglai. Malam dingin menerpa tubuhku, kueratkan dekapanku. Badanku terasa melayang. Jarak 100 meter terasa berkilo-kilo meter, menyusuri rumah-rumah sepi. Semua penghuninya masih terlelap tidur. Hanya satu rumah yang terang benderang, dengan suara gaduh. Orang-orang berkumpul.
Sambutan ibuku membuat malam semakin pilu. Jerit tangisnya meratap. Tubuh mungil berbungkus kain panjang, yang beberapa jam dalam dekapanku, kuserahkan pada ibuku. Aku terduduk lemas. Air mataku tak terbendung lagi. Semua keluarga berduka. Puteri keduaku telah berpulang. Meninggalkan aku dan ibunya yang terbaring di rumah sakit, dalam duka mendalam. Malam terkelam dalam hidupku. Terus membekas dalam ingatanku. Menjadi kenangan yang menyesakkan. Ujian keikhlasan dan kesabaran, sebagai peringatan dan pembelajaran buat ayah dan ibunya.
#Day 16
#ODOPBatch5
#OneDayOnePost
Mba...sungguh pilu ceritanya. Ini terinspirasi dari kisah nyata kah?ðŸ˜ðŸ˜
BalasHapusIya...inspirasi dari kisah nyata. Saya ambil dari sudut pandang suami. Mengira2...suamiku seperti itu waktu membawa jenasah putri kami
Hapus