Rizki
Turun dari angkutan kota, langsung menuju pasar. Jajaran pedagang kaki lima masih banyak yang menggelar dagangannya. Siang sedikit sudah tidak ada. Mataku tertumbuk pada bawang merah. Tampilannya merah muda mengkilat dan kering. Ukurannya sedang tidak besar-besar. Hm ... bagus tuch! Aku lebih suka bawang merah lokal ini, mudah diulek. Hehe. Tapi kok kaki ini terus melangkah, bukannya membelinya. Padahal ada di list belanjaan. Eit ... kok malah berhenti di lapak seorang nenek tua yang terkantuk-kantuk. Di hadapannya ada bawang merah juga. Aku hampiri dan langsung memilihnya, sambil bertanya berapa harganya. Hm ... lebih murah seribu tiap seperempat kilonya dari kios langganan di dalam pasar. Biasa ibu-ibu langsung semangat dech hehe. Walau bawangnya tak sekering dan sebagus tadi, tapi akhirnya membelinya berikut bumbu lainnya.
Tiap orang sudah diberi rizkinya masing-masing. Seperti para pedagang di pasar. Walau banyak saingan tapi tetap saja ada yang beli. Seperti pada saat aku membeli bawang, kenapa tidak langsung membeli bawang yang lebih bagus tapi malah tergerak membeli nya di lapak nenek tua tadi. Ya, menurutku karena sudah menjadi rizkinya.
Sambil mengulek bawang, aku jadi merenung. Kenapa aku harus takut jika sumber penghasilan berkurang atau hilang sama sekali ? Bukankah rizki sudah diatur Alloh SWT. Sudah ada porsinya masing-masing. Tinggal kita berusaha. Saat usaha kecil-kecilan yang aku jalani kalah bersaing dengan produk orang lain yang lebih bagus atau pembeli ada yang komplain. Kenapa harus patah semangat? Toh tetap saja ada orang lain yang lebih suka produk kita. Ya, karena sudah menjadi rizki kita. Akhirnya aku tersenyum lega. Ternyata bersyukur lebih nikmat dan menenangkan.
Mantap
BalasHapusMakasih Mas.
BalasHapusLuar biasa, Rejeki, Hidup Mati sudah diatur oleh Sang Pemilik Jagad Raya ini. Semoga kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan aamiin
BalasHapusAamiin YRA. Makasih Mba
HapusRizki memang ajaib dan kadang tak terduga.
BalasHapusIya Mas, datang dari arah yang tak disangka-sangka.
Hapus