Tim yang Hebat


Selesai mandi, badanku bersih tidak bau amis lagi. Saatnya mengeringkan badan dengan sinar matahari pagi yang hangat. Kesenanganku terusik ketika tiba-tiba ada yang menindihku. Badannya basah kuyup. Badanku jadi ikut basah lagi.
“Uff ... !!” Aku jadi dongkol dibuatnya. Tiba-tiba tempat ini kurasakan jadi sempit. Aku pun jadi terhimpit.
“ Heh ... Garpu!!! Lihat aku jadi basah lagi, padahal tadi sudah mau kering!” Aku bentak Si Garpu. Si Garpu pun terkaget-kaget.  Badannya terselip  diantara aku dan Gelas.
“Bukan salahku, dia yang melemparku kesini!” Garpu tak kalah sengit.
“Sabarlah, nanti juga kita pindah tempat!” ujar Gelas.

Dua jam berlalu, aku sudah nangkring manis di wadah yang cantik bertutupkan kaca. Badanku digantung dengan tataan yang apik bersama sendok-sendok dan garpu-garpu lainnya. Tempatku di meja makan, bersebelahan dengan vas bunga yang menawan. Aroma sedap selalu menggugahku, ingin cepat bermain di atas piring. Biasanya sekitar jam 12 siang, aku selalu beraksi.

Semua orang penghuni rumah sudah duduk rapi di meja makan. Siap santap siang.
“ Sebentar lagi aku duluan yang diambil, biasanya kamu belakangan. Apalagi kalau kebetulan  diambil oleh anak kecil itu, kamu biasanya dilempar. Cuma aku yang dipakai,” gumamku bangga.
“Eh, Siapa bilang!!! Kalau gak ada aku, siapa yang menusuk makanan yang padat biar tetap di tempat. Kamu bisanya cuma menyendok makanan berkuah saja!!!” ujar Garpu emosi.
“Sudah-sudah, kalian bertengkar saja. Amati diri masing-masing, nanti kalian tahu sendiri siapa yang lebih berperan,” lerai Piring.

Aku dan Garpu sama-sama mengamati diri masing-masing ketika beraksi di atas piring. Kebetulan aku dan Garpu berada di satu piring. Majikanku mengambil daging dengan Garpu di letakkannya di atas piring, kemudian aku memotong daging itu, bersama nasi dan sayur aku menyendoknya menuju mulut majikan. Kucoba memotong daging tanpa Garpu, aku jadi gak kuat memotongnya malah daging itu terpental. Akhirnya Garpu yang menahan daging itu agar diam di tempat dan aku bisa memotongnya dengan mudah.  Kalau majikan ingin makan dagingnya saja, dia menusuk potongan kecil daging dan  langsung masuk ke mulutnya. Begitu seterusnya  hingga makanan di atas piring habis.

Aku terdiam bersama Garpu dan Piring kotor di bak cuci piring. Aku menyesal karena sombong. Merasa lebih berperan dari Garpu. Ternyata aku dan Garpu seperti piring dan gelas.
“ Bagaimana kesimpulannya? Siapa yang lebih berperan?” Piring tersenyum bijak. Sementara aku dan Garpu saling menatap. Kemudian aku tersenyum dan mengangguk di hadapan Garpu. Garpu pun membalasnya.
“Kita adalah tim yang hebat ya ... Garpu!” ucapku. Semua perabot makan di bak cucian tertawa sumringah.

#TantanganVI
#ODOPBatch5
#OneDayOnePost

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerling Matanya

Semerbak Jasmine (Part 10)

Semerbak Jasmine (Part 2)