Membumi Di Bumiku


Dua bulan telah berlalu. Tak terasa aku mengikuti serangkaian ritual literasi yang diadakan ODOP (One Day One Post) Batch 5. Serangkaian tugas menulis dan sharing ilmu. Grup besar ODOP Batch 5, membentuk grup-grup kecil yang didampingi para PJ . Tujuannya agar semua tugas menulis dari peserta terekap rapi. Selain itu informasi dari grup besar tersampaikan dengan lebih baik. Juga agar setiap tulisan peserta mendapat giliran diapresiasi oleh semua anggotanya.

Sudah rejekiku, aku dikelompokkan dalam grup kecil ‘Bumi’. Dalam Bahasa Sunda, bumi berarti rumah. Begitulah bagiku, grup kecil ini menjadi rumah literasiku. Di sini, para PJ kuanggap orang tuaku, walaupun usia mereka terpaut jauh lebih muda dariku, bahkan  ada yang beda beberapa tahun dari anak sulungku hehe. Tapi dalam soal menulis, ilmu mereka mumpuni, keren dech. Seperti anak menuruti orang tua, aku patuh pada aturan mereka demi kebaikanku sendiri. Mungkin juga harusnya aku dijewer ya? Hehe. Dan teman-teman seperjuangan, seperti saudara kandung saja. Bersama mereka, aku bisa tertawa, bercanda, saling memotivasi, bahkan saling curhat. Juga kita bisa saling mengintip karya tulisan masing-masing. Saling singgah di rumah blognya masing-masing.

Paling berkesan, saat tulisanku dibedah. Aku jadi lebih melek, dan tahu dimana letak kekuranganku dalam menulis secara detail. Dari soal PUEBI, Premis, susunan kata dan lain-lain. Sebelumnya aku menulis, asal enak dibaca saja. Ternyata aku sadar dalam menulis harus punya tujuan menulis dan tujuan tulisan yang akan disampaikan pada pembaca. Sehingga tulisan kita lebih bermakna dan punya ruh. Terima kasih para PJ dan teman-teman, semua masukannya bermanfaat bagi kemajuan tulisanku.

Sayangnya, tidak semua anggota bisa berinteraksi lebih intens dalam grup, termasuk aku, hehe. Maklum kami berasal dari daerah yang berjauhan, dari seluruh pelosok Indonesia, dengan aktifitas dan profesi yang beragam. Tentunya sulit menyamakan waktu.

Sayang karena peraturan, grup kecil ini harus dihapus. Tapi bukan berarti rumah kami digusur ,hehe. Mungkin kami telah dianggap lebih dewasa dari sebelumnya, sehingga ada rumah lain yang lebih baik lagi bagi kami sesuai minatnya masing-masing. Akhir kata terima kasih buat para suhu ODOP, PJ, Juga teman-teman semua atas semua sharing, motivasi, dan kebersamaannya.  Maafkan kalau aku nakal dan lelet, hehe.

#ODOPBatch5
#OneDayOnePost
#TugasGroupBumi


Komentar

  1. Tetap semangat mba...
    Aku pasti rindu ngobrol di bumi hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mba Dian, masih bisa ketemu di grup besar. Kita saling menyemangati ya Mba

      Hapus
  2. Dimaafkan.. #ehh ampuunn.. Bun.. #langsungsungkem #takutkualat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Nah sekarang harus sungkem sama Bunda..kemarin2 aku yang sungkem sama Mba. Giliran yah...ta jewer kalo nakal wkwkwk

      Hapus
  3. tetep semangat kita ya Bund😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semnagat Mba. Ketemu lagi di rumah kita yang lain.

      Hapus
  4. Dih... Kok kabur, takut disuruh sungkem ya...wkwkwkwk

    BalasHapus
  5. Hahaha aku seperti anak kecil yang tidak sopan yaa kemarin. Sungkem dulu ah, takut kualat. Nanti nggak dapet jodoh kalo kualat sama orangtua πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...ta jewer dulu dah mba Nisa. Nti didoakan jodohnya deket. Hehe. Eh Aamiin.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerling Matanya

Semerbak Jasmine (Part 10)

Semerbak Jasmine (Part 2)